Sports Betting Network_Baccarat Mobile Download_online roulette

  • 时间:
  • 浏览:0

PEntertainment casinoeEnEntertainment casinotertainment casinontertainment casinoentertainment casinoada tahap balita, orang tua akan menjaga anaknya agar nggak sampai terjatuh, tersentuh orang lain, dan nggak bermain sembarangan. Menginjak usia sekolah, helicopter parent cenderung sangat merisaukan perihal akademik anak. Kalau kamu mulai risau karena anakmu bukan ranking pertama, hati-hati ya jangan-jangan kamu salah satunya.

Ternyata sifat posesif yang dimiliki oleh seseorang nggak hanya berlaku antara pasangan saja lo. Hal ini juga terjadi di beberapa kasus antara orang tua ke anak. Sifat posesif ini dalam istilah parenting disebut helicopter parenting. Wah, kenapa namanya helicopter parenting ya? Kira-kira apa sih dampaknya untuk anak ke depannya? Biar nggak jadi orang tua yang menerapkan pola asuh yang salah ini, simak ulasan Hipwee kali ini yuk!

Sebagai orang tua pasti ingin anak mendapatkan yang terbaik. Tapi, bukan berarti semuanya harus dipilihkan. Biarkan anak bereksplorasi dan membuat keputusannya sendiri. Tapi jika sudah jauh dari hal yang positif, ingatkan dan beri pengertian secara baik-baik.

Helicopter parenting merupakan sebuah pola asuh di mana orang tua terlalu ikut campur dan terlibat di semua bidang yang berkaitan dengan sang anak. Menurut Ann Dunnewold Ph. D. orang tua cenderung akan terlalu mengontrol, terlalu melindungi, dan terlalu sempurna. Hayooo, coba dicek siapa tahu kamu melakukan salah satunya~

Orang tua yang terlalu mengatur dan ikut campur dalam pembuatan keputusan sang anak tentu sesungguhnya ingin yang terbaik untuk si buah hati, namun anak justru akan memberikan efek yang sebaliknya saking lamanya tergantung pada orangtua.

Karena semua keputusan dipilihkan dan ini itu dipersiapkan, anak jadi tidak percaya diri saat membuat keputusan sendiri. Bahkan menurut sebuah penelitian, anak yang diasuh dengan pola helicopter parenting akan lebih besar terkena risiko mengalami anxiety hingga depresi.

Anak memiliki hak untuk membuat keputusannya sendiri, jika semuanya diatur, selain menjadi tergantung dengan orang lain, bisa saja ia malah menjadi pembankang nantinya.