Peneliti Temukan Jenis Burung Berrypecker Baru dar「Baccarat card type」i Papua Barat

  • 时间:
  • 浏览:0

Baca juga: Mengenal Burung Urban, Jenis Burung Liar yang Bisanya Hidup di Kota

Baccarat card typBaccarat card typeepeneliti Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Hidayat Azhari mengatakan, melalui sudut pandang Biologi, Baccarat card typewilayah ini sangat kurang dipelajari dikarenakan medannya yang berbahaya, lereng curam, dan kurangnya pasokan air di atas pegunungan. 

Baca juga: Khas dan Unik, 7 Jenis Burung Cendrawasih Endemik Indonesia

Secara administrasi wilayah Lengguru masuk dalam Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat. 

Dapatkan inBaccarat card typeformasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Nama Inggris burung tersebut adalah Satin Berrypecker dan nama Indonesia dari spesies baru ini adalah Burung Buah Satin. 

Dijelaskan Hidayat, penemuan burung ini merupakan hasil dari Lengguru Project yang merupakan kerja sama antara Indonesia dan Perancis, yang dilakukan dua kali, yaitu pada tahun 2014 dan 2017.

Adapun selain Hidayat yang berasal dari Indonesia, tim peneliti burung Berrypecker di Papua Barat lainnya adalah Borja Milá, Jade Bruxaux, Guillermo Friis, Katerina Sam, Christophe Thébaud (Perancis).

Burung jenis baru berrypecker tersebut diberi nama Melanocharis citreola, sp. nov. Milá, Ashari & Thébaud. 

Hasil penelitian ini telah dipublikasikan di jurnal ilmiah IBIS, pada 11 Juni 2021.

Proyek ini masuk dalam kerangka besar Lengguru Project yang diselenggarakan oleh French Institute de Recherche pour le Développement (IRD), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Universitas Papua (UNIPA), Universitas Cendrawasih (UNCEN), Universitas Musamus (UNMUS) dan Politeknik KP Sorong.

KOMPAS.com- Pada Juni 2021, para peneliti melaporkan penemuan jenis baru Berrypecker, Burung Buah (Melanochrais) di Pegunungan Kumawa, Papua Barat.

Lengguru terletak pada daerah leher gunung dari Papua dan memiliki lanskap unik pegunungan kapur (karst) yang terjal dan terisolasi. 

“Selain itu, daerah tersebut tidak memiliki akses jalan setapak dan sebagian besar lanskapnya masih berupa hutan yang utuh,” kata Hidayat dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/6/2021).