Mitigasi Bencana 「Know the rules of Texas Hold'em」Banjir

  • 时间:
  • 浏览:0

10. Penanggulangan kemiskinan

BKnow the rules of Texas HolKnow the rules of Texas Hold'emd'emaca juga: Polri Utamakan Langkah Mitigasi untuk Antisipasi Aksi Anarkistis

9. Penyuluhan dan pendidikan masyarakat

2. Pembangunan tanggul

Baca juga: Aplikasi Mitigasi Bencana Diklaim Bisa Kurangi Jumlah Korban

UpaKnow the rules of Texas Hold'emya peKnow the rules of Texas Hold'emngendalKnow the rules of Texas Hold'emian air antara lain membuat terasering, bangunan terjunan, dam penahan sedimen, dam pengendali sedimen, kolam retensi, penghijauan, reboisasi dan sumur resapan.

Semua orang baik individu maupun kelompok dapat bertindak sesuai peran masing-masing untuk mengurangi risiko bencana.

6. Pelurusan sungai

Kondisi dan permasalahan tiap sungai berbeda-beda sehingga penetapan sistem pengenali banjir yang optimal pada setiap sungai harus melewati suatu kajian yang menyeluruh dengan membandingkan beberapa alternatif kemungkinan.

Baca juga: Jenis-jenis Banjir

Untuk menghindari terjadinya penyempitan dan pendangkalan alur sungai akibat sampah padat maupun bangunan atau hunian dan tanaman di bantaran sungai.

3. Pembangunan kanal

A. Kegiatan fisik (struktur)

C. Kombinasi upaya struktur dan non-struktur

Baca juga: Indonesia dan Jepang Berbagi Pengalaman Mitigasi Bencana

Berikut ini tindakan-tindakan yang dapat dilakukan sebelum terjadi banjir:

Kombinasi kedua jenis upaya tersebut berfungsi untuk memperkecil besarnya masalah banjir walaupun kita tidak dapat membebaskan diri dari masalah banjir secara mutlak.

Contoh negara yang sudah melakukan upaya kombinasi adalah Jepang.

Pelurusan sungai bertujuan untuk melancarkan dan mempercepat aliran air mencapai muara.

Berikut ini masing-masing penjelasan upaya mitigasi tersebut:

Konservasi tanah dan air di hulu sungai untuk menekan besarnya aliran permukaan, mengendalikan besarnya debit puncak banjir serta pengendalian erosi untuk mengurangi pendangkalan (sedimentasi) di dasar sungai.

Masing-masing jenis upaya struktur berupa prasarana fisik dapat berdiri sendiri atau dikombinasikan dengan upaya non-struktur.

Tindakan yang harus dilakukan pihak berwenang atau pemerintah, antara lain:

Penanggulangan banjir untuk menekan besarnya bencana dan mengatasinya secara darurat.

Pembangunan polder bertujuan mengumpulkan dan memindahkan air dari tempat dengan elevasi rendah ke tempat yang elevasinya lebih tinggi dengan menggunakan mesin pompa.

Misalnya di komplek pemukiman atau industri melalui kegiatan seperti membangun tanggul keliling, polder dan pompanisasi.

Pengurangan risiko bencana disebut mitigasi. Berikut ini paparan mengenai pengertian mitigasi dan tindakan mitigasi bencana.

Pembangunan tanggul-tanggul di pinggir sungai pada titik-titik daerah rawan banjir bertujuan mencegah air meluap pada tingkat ketinggian tertentu ke daerah dataran banjir.

6. Pemetaan dataran banjir

Untuk menghadapi bencana banjir dapat dilakukan tindakan-tindakan persiapan sebelum terjadi banjir, pada saat terjadinya banjir, dan sesudah bencana banjir terjadi.

2. Pengelolaan dataran banjir

B. Kegiatan non-struktur

Kegiatan non-struktur bertujuan untuk menghindari dan menekan besarnya masalah yang ditimbulkan banjir.

Baca juga: BMKG Buat SOP Baru Terkait Peringatan Mitigasi Tsunami di Selat Sunda

Baca juga: Kata Jokowi, Infrastruktur Harus Mendukung Mitigasi Bencana

Upaya mengatasi masalah banjir sampai saat ini masih mengandalkan kegiatan fisik (struktur).

Pembangunan interkoneksi antarsungai bertujuan merendahkan tingkat ketinggian muka air sungai.

Kegiatan ini merupakan gabungan antara rekayasa teknik sipil dengan teknik agro.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mitigasi adalah tindakan mengurangi dampak bencana.

5. Pengamanan terhadap banjir

Penyuluhan dan pendidikan tentang banjir kepada masyarakat dilakukan melalui berbagai media. Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman, kepedulian dan peran masyarakat.

Pengawasan penegak hukum terhadap peran masyarakat dalam menaati ketentuan penggunaan tata ruang dan pola pembudidayaan dataran banjir dan DAS hulu.

Pemetaan dataran banjir yaitu pembuatan peta mencakup area-area yang kena banjir, frekuensi banjir, analisa frekuensi dan laporan-laporan kerusakan, peta-peta lereng dan peta-peta terkait lain seperti penggunaan lahan, vegetasi, kepadatan penduduk dan peta-peta infrastruktur.

4. Penerapan sistem prakiraan dan peringatan dini

Baca juga: BNPB Minta Pembangunan Sektor Pariwisata Prioritaskan Mitigasi Bencana

Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan satuan koordinasi pelaksana penanggulangan bencana yang dilaksanakan sebelum kejadian banjir.

Masyarakat petani lahan kering di DAS hulu juga pada umumnya miskin sehingga kesulitan untuk melakukan pola bercocok tanam yang menunjang upaya konservasi tanah dan air.

Rekayasa dalam bidang bangunan antara lain berupa rumah tipe panggung, rumah susun, jalan layang, jalan dengan pengerasan beton, penggunaan rumah atau gedung bertingkat dan lainnya.

A. Tindakan persiapan menghadapi banjir

Pengelolaan dataran banjir berupa penataan ruang dan rekayasa di dataran banjir yang diatur sedemikian rupa bertujuan meminimalisir risiko, kerugian atau bencana bila tergenang banjir.

Masyarakat miskin di perkotaan banyak yang terpaksa menghuni bantaran sungai yang seharusnya bebas hunian karena sangat membahayakan keselamatan jiwa.

Antara lain membangun sarana dan prasarana pengendali banjir hingga memodifikasi kondisi alamiah sungai sehingga membentuk suatu sistem pengendali banjir.

Mitigasi dilakukan untuk mengurangi risiko bencana bagi masyarakat yang berada pada kawasan rawan bencana.

Penerapan sistem prakiraan dan peringatan dini untuk menekan besarnya bencana bila banjir benar-benar terjadi untuk mendukung kegiatan penanggulangan banjir.

5. Pembangunan polder

Tindakan yang dapat dilakukan pihak berwenang atau pemerintah:

Dalam Kamus Cambridge, mitigasi adalah tindakan mengurangi tingkatan bahaya, kurang menyenangkan atau buruknya sesuatu.

B. Tindakan-tindakan saat terjadi banjir

Baca juga: Maksimalkan Mitigasi Bencana, Kemensos Tingkatkan Kualitas SDM Tagana

Koordinasi pelaksana penanggulangan bencana meliputi perondaan dan pemberian peringatan dini kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir atau dataran banjir.

7. Pengawasan penegak hukum

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Menurut UU No. 24 Tahun 2007, kegiatan mitigasi dapat dilakukan melalui:

Tindakan saat banjir yang dapat dilakukan perorangan, antara lain:

Baca juga: Waspada Gempa Bumi, Pahami Langkah Mitigasi Ini!

Baca juga: 3 Cara Mitigasi Tsunami, Salah Satunya Adopsi Kearifan Lokal

Tindakan yang dapat dilakukan masyarakat atau perorangan:

Berikut ini berbagai jenis kegiatan struktur untuk mengurangi risiko banjir:

KOMPAS.com - Upaya mengurangi risiko bencana dapat dilakukan oleh pemerintah, masyarakat, bahkan dari individu sendiri.

Baca juga: Apa itu Banjir? Definisi, Penyebab dan Dampak

Saat terjadi banjir, upaya penanggulangan melalui penyelamatan, pengungsian, penutupan tanggul yang bocor.

Pelaku utama dari kegiatan non-struktur adalah masyarakat.

Menurut Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.

1. Konservasi tanah dan air di hulu sungai

Ella Yulaelawati dan Usman Syihab dalam Mencerdasi Bencana (2008) menjelaskan terdapat tiga cara mitigasi bencana yang dapat dilakukan pemerintah dan masyarakat, yaitu:

C. Tindakan pasca bencana banjir

Kombinasi struktur dan non-struktur membentuk satu kesatuan sistem pengendali banjir yang menyeluruh dan terpadu.

Berikut ini beberapa kegiatan mitigasi non-struktur:

8. Penetapan sempadan sungai

Kegiatan pasca banjir berupa penanganan darurat dan perbaikan terhadap kerusakan akibat banjir.

Menurut Kamus Oxford, mitigasi adalah tindakah mengurangi keparahan, keseriusan atau penderitaan dari sesuatu.

1. Pembangunan waduk atau bendungan

Tindakan-tindakan yang dapat dilakukan dalam menghadapi bencana banjir antara lain:

Sedangkan rekayasa di bidang pertanian dapat berupa pemilihan jenis tanaman yang tahan genangan.

Penetapan sempadan sungai didukung dengan penegakan hukum. Pada setiap sungai harus ditetapkan batas sempadan yang diatur dengan Peraturan Daerah.

Pembangunan waduk-waduk atau bendungan tidak hanya untuk pengendali banjir tapi sekaligus untuk irigasi pertanian, pembangkit listrik, pariwisata dan sebagainya.

Baca juga: Mitigasi Bencana di Indonesia, Terbentur Keterbatasan Dana

Pembangunan kanal-kanal bertujuan menurunkan tingkat ketinggian air di Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan menambah dan mengalihkan arah aliran sungai.

4. Pembangunan interkoneksi antarsungai

Langkah tersebut diterapkan hampir di seluruh negara-negara di dunia yang mengalami masalah banjir.

Kegiatan non-struktur antara lain dengan mengatur pembudidayaan lahan di dataran banjir dan di DAS.

Pengamanan terhadap banjir yang dilaksanakan sendiri baik oleh perorangan, swasta atau kelompok masyarakat untuk mengatasi masalah banjir secara lokal.

3. Penanggulangan banjir