How to play gambling_Baccarat Sports_Betting Handicap_888 Online Casino

  • 时间:
  • 浏览:0

MenSorong (IndonesiSorong (Indonesia) Casinoa) Casinoghabiskan wakSorong (Indonesia) Casinotu seorang diri adaSorong (Indonesia) Casinolah momen berharga bagimu. Kamu terbiasa ke mana-mana sendiri, dan melakukan apa-apa sendirian. Momen me-time seperti itu memberimu ketenangan dan kesempatan untuk ‘mengobrol’ dengan dirimu sendiri.

Banyak yang nggak mengerti dengan kesukaanmu menghabiskan waktu sendirian seperti ini. Sama sepertimu yang nggak mengerti di mana menariknya pesta hura-hura yang sering mereka lakukan. Membayangkan aktivitas gaduh seperti itu saja sudah membuatmu lelah.

Kata orang, masa muda adalah masa bergerak. Temuilah orang sebanyak-banyaknya, dan bertemanlah seluas-luasnya. Tapi mungkin temanmu bisa dihitung dengan jari. Menurutmu definisi teman adalah, sosok-sosok yang kamu bisa mengekspresikan dirimu apa adanya tanpa takut dicela. Juga sosok-sosok yang selalu ada untukmu, mendengar ceritamu, memberimu saran-saran sepenuh hati, bukan cuma basa-basi. Itulah teman bagimu. Nggak perlu banyak, yang penting selalu ‘dekat’. Kalau di luar itu, mungkin hanya ‘kenalan’.

Berteman dengan orang yang seumuran mungkin paling gampang. Setidaknya kalian hidup di era yang sama dan dikelilingi hal yang sama. Sehingga kalian bisa nyambung kalau ngobrol, karena topik yang kalian hadapi sama.

Perubahan dunia yang serba cepat ini juga sangat membingungkan bagimu. Rasa-rasanya kamu selalu ketinggalan. Baru ngerasain asyiknya main Twitter, teman-temanmu pada pindah ke Path. Baru buka Path, teman-temanmu udah ribut ngelihat Snapchat. Haduuuh, itu makanan apa lagi?

Capek Barbie ngikutin perkembangan zaman!

Bagimu, fungsi HP adalah untuk komunikasi. Selama bisa melakukan fungsi itu semua, kamu tak merasa perlu punya yang paling canggih sampai ada fingerprint-nya!

Hmmm… kalau kamu mengalami hal-hal di bawah ini, berarti benar, kamu terlahir di era yang salah.

Ketika akhirnya kamu tahu salah satu lagu hits masa kini yang mereka gandrungi, teman-temanmu begitu terharu sehingga merasa perlu membuat perayaan. Sementara dalam hati kamu berkata “Ya gimana aku nggak tahu, tiap hari kalian nyanyiin itu.”

Kamu: “Coloring books? Buku mewarnai?”

Tapi bagi orang lain jelas hal itu bikin patah hati. Lalu mereka akan memikirkannya sampai pusing tujuh keliling. Haduuuh… kamu ngelihat mereka pusing sampai juga ikut pusing!

Iya sih, dengan adanya ponsel berlayar dan berbagai aplikasi book reader sampai Tablet Kindle, orang jadi bisa membaca buku di mana dan kapan saja. Tapi apa mereka itu nggak paham? Bagimu membaca buku bukan sekadar menyerap informasi dari tulisan, tapi juga menghirup aroma kertas dan tinta yang memabukkan itu~

Teman: “Iyaa… yang lagi hits!”

Bukan cuma soal musikmu yang kuno. Kamu juga selalu tertarik pada benda-benda yang tua dan ketinggalan zaman. Rumah kuno yang kata teman-temanmu seram justru begitu indah bagimu. Kamu jadi membayangkan bagaimana rasanya tinggal di rumah seperti itu. Dan jangan lupa, kalau ada film dengan setting kuno, kamu pasti nggak sabar untuk segera nonton. Kenapa? Apa kamu merasa di zaman itulah seharusnya kamu hidup? ;p

Hobimu adalah merenung, dan memikirkan segala kejadian. Sementara orang-orang seusiamu sibuk memikirkan karir yang cemerlang, gaji yang selangit, dan percintaan yang hangat, kamu justru lebih sering memikirkan kenapa kamu diciptakan. Sebenarnya dari situ, kamu bisa mengambil pelajaran untuk hari-hari selanjutnya. Tapi orang selalu mengataimu kurang kerjaan.

“Snapchat? Haduuuh itu apa lagi?”

Ketika Zayn Malik keluar dari One Direction, kamu akhirnya tahu setelah sepanjang hari orang-orang di sekitarmu membicarakan itu, kamu mengerti bahwa itu keputusan pribadinya. Ya udah, gimana lagi?

Kemajuan teknologi memang nggak main-main. Kalau zaman kerajaan dulu, seseorang harus naik kuda selama berhari-hari untuk menyampaikan pesan, sekarang kamu hanya perlu menunggu 3 detik sambil menyeruput kopi untuk mendapatkan balasan dari pesanmu. Mudah memang. Tapi entah mengapa, kamu sering membayangkan betapa menyenangkannya berkomunikasi via surat. Kamu akan merasakan sensasi menulis dengan tinta, lalu membungkus dengan amplop dan membeli perangko, lalu mengirimkannya ke kantor pos. Sayangnya kamu tak pernah menemukan orang yang bisa kamu ajak berkirim surat