Crown gambling_Indonesia online casino site_Betting app_Thai Chess_Gambling platform

  • 时间:
  • 浏览:0

Dilansir The Jakarta Post, RRoulette LawoulRoulette Lawette Lawpara ahli bRoulette Lawelum punya bukti kuat bagaimana dampak sebenarnya kalau tubuh mengonsumsi air yang terkontaminasi partikel plastik tersebut. Tapi mereka menghubungkan ini dengan berbagai gangguan kesehatan seperti kanker dan menurunnya produksi sperma bagi lelaki. Dalam beberapa kasus, jika tubuh terus-terusan terpapar kandungan kimia dalam plastik ternyata bisa berujung pada autisme.

Organisasi jurnalisme, Orb Media, bekerjasama dengan State University of New York Amerika Serikat, menginvestigasi 11 merek air minum kemasan botol taraf dunia dan lokal. Tujuannya adalah untuk meneliti kandungan plastik di dalamnya. Hasilnya ilmuwan menemukan adanya partikel mikroplastik di hampir semua sampel yang diteliti, termasuk merek Aqua dan Nestle.

Dalam investigasi ini, peneliti memakai 250 sampel botol kemasan dari 11 merek yang tersebar di 9 negara, antara lain Indonesia, Brasil, Cina, India, Kenya, Libanon, Meksiko, Thailand, dan Amerika Serikat. Negara-negara ini dipilih berdasarkan tingginya jumlah populasi dan konsumsi air kemasan di sana. Mereka memakai bahan pewarna Nile Red yang dimasukkan ke masing-masing botol. Teknik ini sama seperti yang digunakan ilmuwan di Inggris untuk menemukan kandungan plastik dalam air laut.

Melihat kondisi lingkungan yang secara umum sudah banyak tercemar plastik sih tidak heran kalau kemudian banyak makanan atau minuman manusia yang jadi mengandung zat kimia berbahaya. Meskipun proses industri juga bisa jadi penyebab kenapa air kemasan mengandung mikroplastik. Jadi mending, demi masa depan anak cucu kita, yuk kita kurangi penggunaan plastik~

Juru bicara Nestle dilaporkan kurang mempercayai hasil investigasi yang diungkapkan Orb Media. Ia malah mengundang pihak Orb untuk membandingkan metode. Senada dengan Nestle, pihak Danone pun menolak berkomentar, lantaran menganggap metode yang digunakan tidak jelas. Mereka juga berdalih bahwa kemasan plastik yang digunakan termasuk kategori yang sesuai untuk makanan.

Tapi sebuah fakta baru mengemukakan kalau kebanyakan air botol kemasan yang beredar di dunia mengandung partikel plastik di dalamnya. Organisasi kesehatan dunia WHO juga sudah mengonfirmasi kebenarannya. Yang lebih mengejutkannya lagi, 2 dari 11 merek yang disorot ini beredar bebas di Indonesia dan termasuk merek air kemasan paling laris lho! Lalu apa yang bisa terjadi sama tubuh kita kalau selama belasan tahun sudah mengonsumsi ratusan bahkan ribuan botol air kemasan ini? Berbahayakah? Hipwee News & Feature sudah merangkum informasinya untuk kamu. Yuk, simak bersama…

Air mineral kemasan sudah jadi barang sehari-hari yang sering kita konsumsi. Selain murah dan mudah ditemui, air kemasan jelas lebih praktis kalau dibandingkan dengan air keran rebusan yang harus dimasak dan ditunggu dingin dulu baru bisa diminum. Apalagi kalau lagi buru-buru dan dalam perjalanan, air kemasan terutama yang botol sangat cocok buat dibawa-bawa. Wajar kalau produk ini termasuk yang selalu laku di pasaran.

Hasilnya mereka menemukan partikel-partikel mikro yang diduga plastik, dengan kandungan yang berbeda-beda di dalam botolnya. Dilansir Kompas, Nestle Pure Life mengandung 10.390 partikel plastik di setiap liternya. Sedangkan Aqua Danone 4.713 mikroplastik/liter, dan Evian hanya 256. Profesor Sherri Mason, ahli kimia yang ikut bergabung dalam investigasi ini juga menemukan, ari seluruh sampel hanya 17 botol yang dilaporkan bebas partikel plastik.

Meskipun air keran juga dilaporkan mengandung mikroplastik, tapi jumlahnya jauh lebih rendah dibanding air kemasan botol. Prof. Mason mengatakan akan lebih aman kalau manusia mengonsumsi air keran rebusan. Dan ternyata air rebusan juga punya beberapa manfaat, seperti mengatasi masalah pencernaan, masalah tenggorokan, dan membuat tubuh lebih fit. Asalkan bukan air sembarangan aja ya yang direbus.