Singapura Kirimkan 122.400 Dosis 「Fair Baccarat」Vaksin Covid

  • 时间:
  • 浏览:0

Menurutnya, ketika Indonesia menghadapi tingginya kasus penularan, di mana sampai 50 ribu kasus per hari dan kematian mencapai 2.000 orang pada 15 Juli lalu, negara pertama yang memberikan bantuan adalah Singapura.

Dari 122.400 dosis vaksin tersebut, sebanyak 61.200 dosis akan diserahkan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Kepri dan 61.200 lainnya akan diserahkan pada Dinas Kesehatan Kota Batam.

Pemberian vaksin dari Pemerintah Singapura diharapkan dapat membantu meningkatkan akses jangkauan serta distribusi vaksin yang merata di Kepri sehingga target vaksinasi 100 persen dapat tercapai pada akhir tahun 2021.

SINGAPURA, KOMPAS.com - Pemerintah Singapura menyumbangkan total 122.400 dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca ke Batam dan Provinsi Kepulauan Riau (KEPRI) di Indonesia, sebagai bagian dari kerja sama antara Singapura dan Indonesia dalam memerangi pandemi Covid-19.

Menteri di Kantor Perdana Menteri, Menteri Luar Negeri Kedua dan Menteri Pendidikan Kedua Singapura Dr Mohamad Maliki Osman menyerahkan pengiriman vaksin kepada Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura Suryo Pratomo di Pelabuhan Jurong pada Selasa (28/9/20210).

Karnanya, dibutuhkan solidaritas, kerja sama, dan gotong royong untuk pulih dari pandemi ini dan menjadi lebih kuat bersama.

Baca juga: Gerak Cepat, 50 Persen Lebih Penduduk Jepang Terima Vaksin Covid-19 Penuh, November Akan Longgarkan Pembatasan

Baca juga: Kasus Covid-19 Singapura Pecah Rekor, Lansia Diminta Tidak Kunjungi Rumah Ibadah

Dengan bantuan oksigen, oxygen konsentrator, dan peralatan kesehatan yang diberikan Pemerintah dan korporasi di Singapura, Indonesia bisa melewati masa sulit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

“Di Jakarta sekarang ini kasusnya turun tidak lebih dari 170. Di Bali juga kasus penularan hanya tercatat sebanyak 85 kasus,” tambah Dubes Suryo.

“Presiden Joko Widodo berulangkali menyampaikan, mari kita “kuat bersama, bangkit bersama” dari pandemi Covid-19,” ujar Dubes Suryo.