Netizen Debat Bandingkan Porsi Lauk di Sumater「Casino Baccarat」a dan Jawa, Ini Penjelasan Antropolog

  • 时间:
  • 浏览:0

"DimoCasino BaccaCasino Baccaratrathon janCasino Baccaratgan baper karena kita Bhinneka Tunggal Ika," tulis @melanieppuchino.

Makan jadi sesi penting dan utama dalam acara adat Minangkabau. Selain itu, orang Minang juga akan berusaha menyuguhkan makanan terbaik untuk tamu.

KOMPAS.com - Twit dari netizen Laila Dimyanti @lailadimyanti viral setelah membandingkan isian daging di soto daerah Jawa dan Sumatera.

Twit @melanieppuchino yang mengomentari twit Laila dengan menyebutkan ia sebagai orang Sumatera biasa makan lauk empat sampai lima jenis dalam sekali bersantap di rumah.

Budaya makan orang Minang ini  bahkan tercermin dari sebutan perempuan sepuh di nagari (desa) yang disebut induak bareh atau secara harfiah ibu beras.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Baca juga: Kenapa Nasi Padang yang Dibungkus Porsinya Lebih Banyak?

Ia juga mengaku sempat gegar budaya saat pindah ke Jawa karena budaya makan yang berbeda dan sampai delapan tahun tinggal di Jakarta masih berusaha menyesuaikan budaya makan di Jawa. 

Namun demikian, banyak pula netizen yang tidak setuju dengan twit tersebut dan mengatakan tidak semua orang Sumatera menyantap banyak lauk dalam sekali makan.

"Dari nenek moyang kita makan itu adalah simbol kebersamaan, pengakuan hubungan satu sama lain," kata Yevita dihubungi Kompas.com, Rabu (8/9/2021).

Netizen adu pendapat, termasuk soal jumlah lauk dalam satu porsi makan orang Sumatera yang terbilang banyak.

Baca juga:

Menurut Dosen Antropologi Sosial Universitas Andalas, Yevita Nurti budaya makan orang Minangkabau bukan sekadar makan.